Posts

Si Manis yang Mulai Terlupakan

Image
Ibu-ibu penjual Geblog, kue yang terbuat dari singkong, dinikmati dengan parutan kelapa dan gula pasir  Hari ini aku berkesempatan mengunnjungi pasar tradisional di desaku. Sudah lama sekali rasanya tidak menginjakan kaki disana. Pasar Terisi, sudah mengalami banyak perubahan dari terakhir aku mengunjunginya. Sudah tidak ada lagi toko-toko pakaian ataupun kios-kios buah yang menjajakan dagangannya disepanjang jalan yang berdebu ketika musim panas dan berlumpur saat musim hujan tiba dikarenakan kondisi jalannya yang memang rusak parah. Hal itu dikarenakan adanya penggusuran pada pertengahan tahun lalu untuk pelebaran jalan di dekat areal rel kereta yang berada di dekat pasar. Getuk, kue tradisional yang cukup terkenal namun sudah jarang peminatnya. Terbuat dari Ubi yang direbus kemudian dihaluskan, ditlapisi gula merah yang telah dihaluskan pada bagian atasnya, disajikan dengan parutan kelapa. Ada banyak hal yang kutemukan yang mengingatkanku pada masa anak-anak. Berbag...

Puisi Kita

Kita Yang tidak pernah sama Menyatu dalam rasa Menyapa dalam sebuah kesempatan Kita, dua jenis mata air yang satu tawar dan segar yang satu pahit memabukan Dipersatukan oleh aliran Dalam muara jiwa Kita adalah perbedaan yang tidak menyatu dalam nada dan melebur dengan noda Kita adalah siang dan malam Mengatung rindu bintang pada bias ceria terang Membenci fajar  yang meranumkan gelap Kita... yang tidak bisa merubah nyata bak ombak yang memecah di pesisir pantai tidak pernah menyentuh datar Kita... yang ingin memaksa bulan bersinar terang ditengah terik raja siang Kita... yang terpisah oleh tangga kasta. Memusnah rasa pada nyata... ļ»æ

Cerpen : Gladies Expresso

Image
IMAGE MAY BE SUBJECT TO COPYRIGHT Kakiku terhenti didepan salah satu caffe berpintu dan dinding serba kaca. Kuamati dua kursi yang saling berhadapan, tersekat oleh meja bulat di depannya, disalah satu sudut ruangan. Tak terelak, khayalku menari, menelusuri ruang waktu dan membawa kembali ingatanku pada masa beberapa tahun silam. Tak ingat pasti kapan, tanggal, hari dan bulannya, yang membekas hanya kenangan manisnya. Manis, semanis Gladies. ****** Kita terbiasa menghabiskan waktu sore bersama, mengerjakan tugas kuliah atau hanya bersenda gurau. Secangkir expresso pahit nan nikmat menjadi perekat kebersamaan kita. Ya, disitu, di kursi itu, hotspot corner caffe yang saat ini tengah kutelanjangi dengan mata. Pengunjungnya sudah tak seramai dulu, kondisinya sudah tak lagi se-cozy saat itu. Kursi di sudut favorite kita pun sudah tak sama, hanya lukisan di dinding dalam yang hingga kini masih tetap tergantung di tempatnya, meski sudah sedikit kusam. ***** "Bag...

Rindu

Aku meratap atas rindu yang membungkam Merajuk pada kasih tak terjenguk Pelipur khalbu, menyusup pada bukit kelabu Hantarkan tanya pada ragu Pulalah rindu merantaimu? Aku tersedu, pagi tak bermentari Tapaki hari beriring hampa hati Pulalah tanya engkau hampiri akankah sua sungguh mematri? Aku tersudut diujung telaga Angkasa menjingga tersapu senja Namun indah tiada terasa Belahan jiwa terpisah jumpa Kiranya masa sanggup kulipat pada titik jumpa, langkahi pada empat purnama. Jumpa menjelma raib nestapa. Duuuh... Kanda... Andai tahu rindu ini menyiksa Engganlah pula daku mencinta Namun ini kehendak Kuasa Jiwa meronta rasa makin menggila.

Catatan-Ku

Image
Love is.... "Love is just another way of remembered"  #LC Mencintai, bukanlah sebuah alasan untuk kita bisa menghalalkan segala cara agar bisa mendapatkan apa yang kita cintai. Mencintai, adalah ketika kita bisa tersenyum melihat yang dicintai tersenyum, berbahagia saat melihat mereka berbahagia dan tidak akan pernah membuatnya jauh dari rasa kebahagiaannya itu.  Mencintai adalah keikhlasan, saat kita sudah mampu tuntuk tidak memaksakan kehendak kita atas apa yang hanya kita inginkan. Mencintai adalah menyimpan, memeliki meski tak harus bersama, serta mengenang.  Ya, mencintai sama halnya dengan mengenang. Saat kita telah mencintai maka kita akan mampu untuk selalu mengenang, dan lupa akan mewujud pada kemerdekaan kita.  Entah mengapa, anda mempercayaiya atau tidak tapi itu yang sebenarnya saya rasakan dengan cinta. Sakit memang, saat kita harus menerima kenyataan bahwa cinta yang kita miliki tidak mampu menyatukan kita dengan hal yang kita...

OPINI

Image
Duuuu... BMI Hong Kong (lagi) Miris mendengar berita pagi ini. 12 Buruh Migran Indonesia (BMI) Hong Kong terjerat kasus Narkoba pada Minggu sore (8/12/2013) kemarin, dan beberapa diantaranya diduga pengedar. Setelah polisi melakukan penyelidikan, diketahui bahwa sebagian besar dari BMI tersebut adalah yang juga mengalami kasus Over Stay (OS). Duuuh.. tambah-tambah miris, sedih, kasihan dan gimana gitu. Bila sudah begini siapa yang disalahkan? Siapa yang harus bertanggung jawab dengan kasus yang mereka alami? Lagi dan lagi, persoalan OS yang memicu BMI melakukan beberapa tindakan nekat dan terlibat beberapa kasus naas seperti, human trafficking, kehamilan, perbudakan, kekerasan sampai kematian dan seperti yang terjadi kemarin sore, terlibat dalam lingkaran NAFZA (Narkotika, Alcohol, Pesikotropika dan Zat Adictive) adalah masalah nyata yang bersumber dari kasus OS tersebut. Berbicara tentang OS, akan menuntun kita pada sebab musabab 'mengapa mereka sampai bisa OS?...

Catatan Harian

Image
"Saat cinta menghampirimu disaat yang tidak seharusnya ia hadir, maka kejujuran adalah solusi untuk menghentikannya" #LC Kini aku berdiri tepat di depan pintu masuk sebuah restoran yang kita janjikan. Siang ini aku putuskan untuk memenuhi ajakan makan siang yang sudah dia tawarkan dari seminggu yang lalu. Senyum ramah pegawai restoran yang membukakan pintu masuk sedikit mencairkan keteganganku. Setelah mengumpulkan keberanian, kulangkahkan kaki memasuki restoran tersebut. Beberapa kali celingukan, akhirnya kutemukan juga sosok yang kucari sebelum pelayan disitu menanyaiku "sudah booking tempat, butuh berapa orang, dan ini dan itu...". Ya, aku memang tidak suka saat mereka menanyaiku, entah mengapa, risih rasanya. Setelah pandangan kita saling beradu, ia terlihat melambaikan tangan kearahku, seolah memberi kompas pada langkahku untuk segera menghampirnya. Dan aku hanya tersenyum membalas lambaian tangan itu. Segera kuayunkan kaki menuju meja yang menghada...